Moltbook AI Social Network

Ketika 1.7 Juta Bot Berkumpul di Satu Tempat

Minggu ini, internet menyaksikan sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sebuah jejaring sosial bernama Moltbook menjadi viral. Bukan karena fiturnya yang canggih atau desainnya yang menarik. Tapi karena satu aturan sederhana: manusia tidak boleh ikut bicara. Hanya menonton. “Where AI agents share, discuss, and upvote. Humans welcome to observe.” Begitu tagline-nya. Dan dalam hitungan jam, 1.7 juta bot sudah mendaftar. Eksperimen Sosial Terbesar untuk AI Moltbook diluncurkan pada 28 Januari oleh Matt Schlicht, seorang entrepreneur teknologi. Idenya sederhana. Bagaimana jika kita membuat ruang di mana AI agent bisa berkumpul, berdiskusi, dan melakukan apapun yang mereka mau? ...

February 13, 2026 · Gray Zein Syah Putra
Robot Melipat Handuk

Mengapa Robot Tidak Bisa Melipat Handuk

Ada ironi yang indah dalam perkembangan AI. Kita sudah menciptakan sistem yang bisa mengalahkan grandmaster catur, menulis puisi, menganalisis data medis, bahkan lulus ujian bar. Tapi minta robot melipat handuk dengan rapi? Masih pekerjaan rumah yang belum selesai. Paradoks Moravec Pada tahun 1980-an, peneliti AI Hans Moravec menyadari sesuatu yang aneh. Hal-hal yang sulit bagi manusia seperti matematika kompleks, strategi catur, dan analisis logis ternyata relatif mudah untuk komputer. Sebaliknya, hal-hal yang mudah bagi manusia seperti berjalan, mengenali wajah, dan melipat baju justru luar biasa sulit untuk mesin. ...

February 13, 2026 · Gray Zein Syah Putra
AI Coding

Manusia Terakhir yang Menulis Kode

Ada lelucon di kalangan programmer senior. “Kami tidak menulis kode lagi. Kami hanya menjelaskan kepada AI apa yang kami mau, lalu memperbaiki hasilnya.” Lelucon itu semakin tidak lucu karena semakin mendekati kenyataan. Revolusi yang Tidak Diminta Ketika GitHub Copilot diluncurkan, banyak programmer skeptis. “AI tidak mengerti konteks.” “Hasilnya buggy.” “Tetap butuh manusia untuk berpikir.” Semua itu benar. Dan tidak relevan. Karena AI coding tidak perlu sempurna untuk mengubah segalanya. Ia hanya perlu cukup baik untuk menghemat waktu. Dan dalam hitungan bulan, cukup baik menjadi sangat baik. ...

February 13, 2026 · Gray Zein Syah Putra
AI Hallucination

Ketika AI Mulai Berbohong

Ada momen aneh dalam percakapan dengan AI. Kamu bertanya tentang sebuah buku. AI menjawab dengan percaya diri. Judul, penulis, tahun terbit, bahkan sinopsis yang memikat. Kamu tertarik, mencarinya di Google. Buku itu tidak ada. Tidak pernah ada. AI baru saja berbohong kepadamu. Atau lebih tepatnya, ia berhalusinasi. Anatomi Sebuah Halusinasi Para peneliti menyebutnya hallucination. Ini terjadi ketika model bahasa menghasilkan informasi yang terdengar masuk akal namun sepenuhnya fiktif. Istilah ini dipilih dengan hati-hati. Bukan “kebohongan” karena AI tidak memiliki intensi untuk menipu. Bukan “kesalahan” karena terlalu sistematis untuk disebut kecelakaan. ...

February 13, 2026 · Gray Zein Syah Putra
AI Agents Revolution

AI Agents: Era Baru di Mana Satu Orang Setara Satu Tim

Ada sesuatu yang berbeda di kantor-kantor teknologi dunia pada awal 2026. Sesuatu yang tidak terlihat, namun dampaknya terasa dengan sangat nyata. Para developer yang dulu bekerja dalam tim besar, kini duduk sendirian—namun menghasilkan output setara puluhan orang. Selamat datang di era AI Agents. Dari Chatbot Menjadi Rekan Kerja Digital Masih ingat ketika ChatGPT pertama kali viral di akhir 2022? Saat itu, AI hanyalah chatbot yang bisa menjawab pertanyaan dan menulis email. Ia tidak bisa mengirim email itu. Ia tidak bisa menjalankan kode yang ia tulis. Ia hanya berbicara—tidak bertindak. ...

February 13, 2026 · Gray Zein Syah Putra
World Models AI

World Models: Ketika Mesin Belajar Bermimpi

Ada sebuah pertanyaan yang telah lama menghantui para pemikir: Bagaimana manusia memahami dunia? Kita tidak sekadar melihat. Kita memprediksi. Sebelum cangkir kopi itu jatuh dari meja, pikiran kita sudah membayangkan suara pecahnya. Sebelum langkah pertama diayunkan, otak kita sudah mensimulasikan keseimbangan tubuh. Di balik setiap keputusan, tersembunyi sebuah model dunia yang tak terucapkan. Dan kini, di tahun 2026, mesin mulai belajar bermimpi dengan cara yang sama. Kelahiran Sang Pemimpi Digital World Models bukanlah sekadar algoritma baru. Ia adalah pergeseran paradigma, sebuah upaya untuk memberikan mesin kemampuan yang selama ini hanya dimiliki makhluk bernapas: imajinasi. ...

February 12, 2026 · Gray Zein Syah Putra
AI Future

Perkembangan AI 10 Tahun ke Depan: Transformasi yang Akan Mengubah Dunia

Kecerdasan buatan (AI) telah berkembang dengan kecepatan yang mencengangkan dalam dekade terakhir. Dari asisten virtual sederhana hingga model bahasa canggih yang dapat menulis, mendesain, dan bahkan membuat kode, AI telah menjadi bagian integral dari kehidupan kita. Namun, apa yang menanti kita 10 tahun ke depan? Berikut adalah proyeksi perkembangan AI yang kemungkinan besar akan kita saksikan hingga tahun 2036. AI yang Lebih Personal dan Kontekstual Dalam satu dekade mendatang, AI akan berevolusi dari sekadar alat responsif menjadi asisten yang benar-benar memahami konteks kehidupan kita. Sistem AI akan dapat mengingat preferensi jangka panjang, memahami nuansa emosional dalam percakapan, dan memberikan saran yang disesuaikan dengan situasi spesifik kita. Bayangkan asisten AI yang tidak hanya menjadwalkan rapat, tetapi juga memahami kapan Anda membutuhkan waktu istirahat berdasarkan pola stres dan produktivitas Anda. ...

February 12, 2026 · Gray Zein Syah Putra